Tiong Hwa Ie Sia, begitu sebutan Rumah Sakit yang terletak di Laksmana Martadinata. RS yang namanya sedikit asing itu tidak lain adalah nama lawas dari RS Panti Nirmala.
Sejarah Rumah Sakit PantiNirmala
Dikutip dari laman resmi Panti Nirmala, cerita pendirian RS ini berawal pada tahun 1920-an, pengusaha Tionghoa di Malang diantaranya yaitu an Hok Wan, Kwee Sien Po, Liem Bian Sioe, dan Han Kang Hoen berkumpul melakukan diskusi untuk membuat pelayanan kesehatan bagi kalangan bawah yang di saat itu sangat memprihatinkan. Melalui diskusi yang cukup panjang akhirnya pada 1929 didirikan poliklinik sederhana di Jalan Pecinan.
Saat berdiri, klinik yang semacam BKIA (Balai Kesehatan Ibu dan Anak) ini memiliki dua dokter yaitu Dokter Liem Ghik Djiang dan Dokter Tjan Eng Jong. Keduanya pula yang akhirnya mendirikan Yayasan atau Perkumpulan Tiong Hwa Ie Sia (THIS).
Gedung lama RS Panti Nirmala
Nama itu pula yang kemudian menjadi nama poliklinik yang kemudian diresmikan oleh Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No.25 Tahun 1934, tanggal 8 Maret 1934, dan dimuat dalam Javasche Courant No.23 tanggal 20 Maret 1934.
Surat Keputusan tersebut dikeluarkan atas permohonan seorang pengurus THIS, Kwee Sien Po. Dalam Pasal 1 AD tertulis, organisasi (rumah sakit) berdiri terhitung sejak tanggal 1 Oktober 1929. Maka tanggal 1 Oktober adalah hari ulang tahun perkumpulan (yayasan) dan Rumah Sakit Panti Nirmala Malang.
Rumah Sakit ini awalnya adalah klinik sederhana. Saat pertama didirikan, lokasinya adalah di Jalan Pecinan atau sekitar pasar Besar. Kemudian RS ini berpindah dari Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Kyai Tamin, Jalan Sutan Syahrir hingga di Jalan Laksmana Martadinata.
Seusai Perang Dunia II, terjadi Revolusi Kemerdekaan yang antara lain terjadi di Surabaya, banyak korban perang yang dibawa ke Malang dan dirawat di rumah sakit pemerintah yang ada, tetapi tidak mencukupi. Para Pengurus THIS memutuskan untuk menyewa sebuah gudang kopi di Jl Gudang Garam No.8 Malang (sekarang Jl Kebalen Wetan) untuk memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan lain bagi para korban oleh para sukarelawan Poliklinik THIS.
Bahkan pada agresi militer Belanda pada tahun 1927, RS ini tidak tutup dan tetap melayani pasien dari golongan kaum pribumi dan pejuang yang mendapatkan luka.
Seusai perang, gudang kopi keluarga Han pemilik perkebunan kopi ”Bumi Redjo” di lereng Gunung Kawi tersebut akhirnya dibeli oleh pengurus THIS dengan bantuan dana para pengusaha dan dermawan lain.
Bangunan induk yang dijadikan tempat tinggal juga dibeli. Para dermawan yang ikut menyumbang adalah Tan Kee Liang, Ong Kie Hiang, Go In Kiem, dan Kwee Hok Hay. Mereka selanjutnya masuk dalam Badan Pengurus THIS dan melakukan pembangunan rumah sakit. Semenjak itu, lokasi RS Panti Nirmala menetap hingga sekarang.
Sejarah Rs.Panti Waluyo Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta berdiri pada tanggal 1 September 1937 dengan nama Balai Pengobatan Panti Waloejo, atas prakarsa dari para bidan dan juru rawat (Vroedvrouwen, Verpleegsteres & Verpleegers Kristen, yang disingkat PVK) RS. Zending (Sekarang RSUD. Dr. Moewardi Surakarta ) dan atas bantuan Mr. Soemardi dan Mr. Moch. Daljono. Pada tanggal 1 Januari 1955 menjadi Perhimpunan Pengobatan Kristen Panti Waluyo, dan menggabungkan diri dengan JRSK Djateng sebagai RB. Panti Waluyo, dengan kapasitas 25 tempat tidur. Sejak tahun 1955 , RB. Panti Waluyo telah menjadi rumah sakit unit kerja YAKKUM dalam jajaran YAKKUM Cabang Surakarta dengan kapasitas 100 tempat tidur . Pada tahun 1988 , sesuai dengan peraturan pemerintah RS. Panti Waluyo telah terakreditasi sebagai rumah sakit tipe C dengan kapasitas 112 tempat tidur, hingga sekarang telah mencapai 150 ...
Rumah Sakit Tentara DR.Soepraoen Malang Want create site? With Free visual composer you can do it easy. Rumah Sakit Tentara dokter Soepraoen Malang adalah salah satu rumah sakit tingkat II di Malang. Siapa yang sangka, rumah sakit yang beroperasi di bawah kendali Kesdam V/Brawijaya ini memiliki sejarah yang panjang. Sejarah tersebut menjadi bagian dari perkembangan Kota Malang pada zaman pendudukan Belanda hingga era kemerdekaan. RST yang menjadi tempat rujukan berobat dari Puskesmas di Kota maupun Kabupaten Malang ini terletak di Jalan Sudanco Supriadi Nomor 22, Kecamatan Sukun, Malang. Saat ini Rumah Sakit dokter Soepraoen Malang tak hanya melayani tentara, tapi juga untuk umum, berbeda dengan dulu di zaman penjajahan. Dulunya, rumah sakit tentara ini merupakan Rumah Sakit Kristen milik Zending, sebuah lembaga penyebaran agama Kristen Protestan. Kala itu, rumah sakit ini dibuka untuk umum alias melayani seluruh warga Malang. Sementara pada zam...
Komentar
Posting Komentar